I just love you, loving you

I've always wanted to tell you
You've given me happiness beyond belief
Like an oasis in a desert
Say that you will forever be by my side
Be my root, my wings
Let me fly and have a nest to return to
I am willing and I am able
To give up everything without any regrets
Let's just be together and watch time pass by
Must remember the way of our love
I just love you, loving you
With sorrow, with joy, with you even ordinary is meaningful
I just love you, just loving you
Sweet and comfortable, that kind of feeling is just you
I am willing, truly willing
To give up everything to protect you
Oh together as time continues to pass
Please remember how much I love you
Wont abandon, wont leave, wont mind how much wind and rain there will be
I just love you, loving you
I place all of the radiant happiness into the palm of your hands

Chances

Chances are when said and done
Who'll be the lucky ones
Who make it all the way?
Though you say I could be your answer
Nothing lasts forever
No matter how it feels today
Chances are we´ll find a new equation
Chances roll away from me
Chances are all they hope to be

Don't get me wrong I'd never say never
Cause though love can change the weather
No act of God can pull me away from you

I´m just a realistic man
A bottle filled with shells and sand
Afraid to love beyond what I can lose when it comes to you
And though I see us through yeah

Chances are we´ll find two destinations
Chances roll away from me
Still chances are more than expectations
The possibilities
Over me
Eight to five, two to one
Lay your money on the sun
until you crash what have you done?
Is there a better bet than love?
What you are is what you breathe
You gotta cry before you sing

Chances chances

Chances lost are hopes torn up pages
Maybe this time
Chances are we´ll be the combination
Chances come and carry me
Chances are waiting to be taken
And I can see
Chances are the fascination
Chances won't escape from me
Chances are only what we make them
And all I need...


Purdah : Mempamer atau Menutup Kecantikan

Maaf andai perbincangan kali ini agak sensitif bagi sesetengah orang, bukan niat mengata atau mahu mencetuskan provokasi, sekadar meluahkan dan mahu berkongsi sedikit pandangan dan mungkin, menambah tanda tanya.^_^

Seingat saya, ketika saya masih kanak-kanak, purdah biasanya dipakai oleh muslimah yang berpegang teguh kepada agama, sering hadiri majlis ilmu, aktif berdakwah dan sebagainya. Persepsi saya ketika itu, orang yang berpurdah ni alim-alim belaka.

Menginjak alam dewasa, saya kemudiannya faham serba sedikit tentang kenapa purdah perlu dipakai oleh muslimah. Antaranya adalah untuk menutup kecantikan, agar tidak menaikkan rasa syahwat muslimin yang memandang, agar tidak mencetuskan fitnah dan agar para muslimin sekitarnya dapat menjaga pandangan mata. Demikian lebih kurang.

Dewasa ini pula, persepsi saya terhadap pemakaian purdah sekali lagi berubah. Kenapa mereka memakai purdah? Kenapa orang yang memakai purdah sering dipandang serong, disalah ertikan kononnya extremis. Malahan ada yang sampai menimbulkan fitnah. Naauzubillah himinzalik.

Penyalahgunaan Purdah?

Hairan, sepatutnya purdah digunakan untuk menutup kecantikan diri, agar tidak menaikkan rasa ghairah muslimin yang memandang, maka sepatutnya, gadis yang cantik (sangat cantik) sahaja yang perlu memakai purdah. Tapi sebaliknya, seorang gadis yang dikurniakan sepasang mata yang cantik, tetapi mulut atau hidung yang kurang cantik, menutup bahagian yang dirasakannya kurang cantik agar dapat menyerlahkan sebahagian matanya yang cantik. Ini bagaimana?

Ada pula yang berbaju ketat, tidak menutup dada malahan menampakkan bentuk bahagian dada, tetapi memakai purdah. Untuk apa purdah dipakai? Sebagai pelengkap kecantikan? Sebagai aksesori tambahan? Atau untuk menarik perhatian mata-mata muslimin? Untuk apa? Ini pula bagaimana?

Tidak ketinggalan, ada juga yang memakai purdah, kononnya agar lebih dipandang tinggi, dipandang alim. Sedangkan situasinya tidak mewajibkan dia memakai purdah, memudaratkan dirinya, malahan mampu mencetuskan rasa tidak senang masyarakat di sekelilingnya, mencetuskan fitnah, dituduh extremis sehingga mengancam akidahnya. Ini pula bagaimana?

Selain itu, ada juga yang memakai purdah, semata-mata untuk bergambar kemudian diletakkan di blog, laman facebook atau friendster, dengan renungan mata yang menggoda. Menarik perhatian orang yang melihat. Dan ini pula bagaimana?


Batasan Aurat Wanita

Aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Leher dan rambutnya adalah aurat di hadapan lelaki ajnabi (bukan mahram) walaupun sehelai. Pendek kata, dari hujung rambut sampai hujung kaki kecuali wajah dan dua telapak tangan adalah aurat yang wajib ditutup.

Hal ini berlandaskan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya.” [TMQ An-Nur (24):31].

Yang di maksud “wa laa yubdiina ziinatahunnaa” (janganlah mereka menampakkan perhiasannya), adalah "wa laa yubdiina mahalla ziinatahinnaa", maksudnya janganlah mereka menampakkan tempat-tempat (anggota tubuh) yang di situ dikenakan perhiasan. [Lihat Abu Bakar Al-Jashshash, Ahkamul Qur`an, Juz III hal.316].

“Wahai Nabi, katakan kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka.”(Surah Al-Ahzab ayat 59)

Ummu ‘Athiyah pernah berkata: Rasullullah saw memerintahkan kami – baik ia budak wanita, wanita haid, ataupun wanita perawan – agar keluar(menuju lapangan) pada Hari Raya Aidilfitri dan Aidiladha. Bagi para wanita yang sedang haid diperintahkan untuk menjauhi dari tempat solat, namun tetap menyaksikan kebaikan dan seruan atas kaum muslim. Aku lantas berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang diantara kami tidak memiliki jilbab.” Rasulullah pun menjawab, “Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya kepadanya.”

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka;

dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan

dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." (Surah An Nur: ayat 31)

Allah SWT berfirman :

" Wahai anak Adam, telah kami turunkan buat kamu pakaian yang boleh menutup aurat-aurat kamu dan untuk perhiasan" ( Al-A'raf : 26)

Dalil lain yang menunjukkan seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan ialah sabda Rasulullah kepada Asma’ binti Abu Bakar,

“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR Abu Dawud]


Jadi, berdasarkan petikan ayat quran dan hadis-hadis di atas, sejauh manakah kewajaran kita untuk memakai purdah?Renung-renungkan dan mohon ditegur andai saya ada salah dan silap. Wallahua'alam.

::Diambil Daripada dan berkongsi bersama-sama daripada www.semu2comel.blogspot.com::

Only You

How many love can be deep?
How many person are willing to wait?
After losing, then just realize,
recalling near the arrangement
A scene after scene conversation
performing our future on the stage.
Await, is actually a kind of pain
once the person we deeply love is gone.
its me who dont dare to neglect the love you give to me
Now I only want to be back to the first time
dont wish to let you cry anymore
After loneliness, only you can accompany me
Now I only want to be back to the initial time
I know you still love me the beloved you
would you please hold my hand tightly
would you please take a look at me
please look at me, who need you
a part of traditional opera
only want you to turn back..

The Charge Of The Light Brigade

By Alfred, Lord Tennyson
Memorializing Events in the Battle of Balaclava, October 25, 1854
Written 1854


Half a league half a league,
Half a league onward,
All in the valley of Death
Rode the six hundred:
'Forward, the Light Brigade!
Charge for the guns' he said:
Into the valley of Death
Rode the six hundred.

'Forward, the Light Brigade!'
Was there a man dismay'd ?
Not tho' the soldier knew
Some one had blunder'd:
Theirs not to make reply,
Theirs not to reason why,
Theirs but to do & die,
Into the valley of Death
Rode the six hundred.

Cannon to right of them,
Cannon to left of them,
Cannon in front of them
Volley'd & thunder'd;
Storm'd at with shot and shell,
Boldly they rode and well,
Into the jaws of Death,
Into the mouth of Hell
Rode the six hundred.

Flash'd all their sabres bare,
Flash'd as they turn'd in air
Sabring the gunners there,
Charging an army while
All the world wonder'd:
Plunged in the battery-smoke
Right thro' the line they broke;
Cossack & Russian
Reel'd from the sabre-stroke,
Shatter'd & sunder'd.
Then they rode back, but not
Not the six hundred.

Cannon to right of them,
Cannon to left of them,
Cannon behind them
Volley'd and thunder'd;
Storm'd at with shot and shell,
While horse & hero fell,
They that had fought so well
Came thro' the jaws of Death,
Back from the mouth of Hell,
All that was left of them,
Left of six hundred.

When can their glory fade?
O the wild charge they made!
All the world wonder'd.
Honour the charge they made!
Honour the Light Brigade,
Noble six hundred!

Memancing dan Kaedah Mengurat

Saya bukanlah kaki pancing, memang tak suka memancing kerana saya bukanlah spesies manusia yang boleh bertahan dan bersabar dengan duduk tanpa berbuat apa-apa. Walau apa pun, saya mengagumi mereka yang mempunyai hobi memancing. Unik!

Sekali sekala pernah baca di majalah joran atau terdengar perbualan kaki pancing,
" Umpan yang digunakan mesti bergantung kepada ikan sasaran". Ada ikan yang suka makan cacing, ada yang suka makan anak ikan, ada yang suka katak, dedak dan sebagainya. Itu lebih kurang. Intro.

Persoalan yang ingin saya bangkitkan kali ini adalah teknik mengurat juga berbeza, bergantung kepada 'mangsa sasaran'.

Jika gadis bohsia, memadai dengan diajak bonceng motor, dibawa ronda satu bandar dan dibelanja makan burger, maka sudah boleh dijadikan gulfren dan boleh berbuat apa saja sesuai dengan definasi 'kekasih' bagi mereka.

Berbeza pula dengan gadis yang berpendidikan tinggi, mereka lebih mengutamakan pasangan yang 'gentleman', mempunyai masa depan yang cerah dan berpenampilan menarik. Cara megnurat pula berbeza, dimulakan dengan sms/ym/emel kemudian bila dah isyarat lampu hijau menyala baru boleh diajak berbual di telefon, keluar makan-makan dan sebagainya.

Bagi yang bertudung labuh, yang lebih islamik pula lain sikit caranya.

Kononnya golongan ini kebanyakannya menolak couple dan menjaga pergaulan antara berlainan jantina. Jadi, nak mengurat golongan ini memerlukan pendekatan yang berbeza tapi tidak bermakna mustahil. Ada juga dikalangan mereka yang bercinta, kononnya 'couple islamik'. Cara mengurat golongan ini mungkin tidak memerlukan kata-kata atau tulisan, tapi lebih kepada tindakan dan sikap yang ditonjolkan. Keperibadian yang ditonjolkan sudah mencukupi untuk membuat si gadis tertawan dan jatuh hati.

Ada yang lebih berani, menggunakan sms islamik, berunsur kata nasihat, rajin menghulurkan tangan meringankan beban si gadis, komited dengan kerja-kerja dakwah atau berkumpulan, sering bertemu dan bersua muka, lalu akhirnya membuahkan bibit-bibit cinta.

Mana yang salah, apa yang tidak kena?

Tanya diri kita sendiri, kita dalam golongan yang mana?

Lumrah, fitrah manusia diciptakan bersama nafsu dan emosi. Ingin dicintai dan mencintai. Saya sering mendapat PM dari user, berkisarkan soalan yang hampir serupa.

"Saya dah ada kekasih, kami merancang berkahwin, tapi saya dapat tahu couple itu haram, apa yang perlu saya lakukan?"

"Saya suka kat dia, tapi saya tahu couple itu haram, apa yang perlu saya lakukan?"

Memandangkan saya bukanlah ustazah apatah lagi alim ulamak, saya cuma mampu berpesan kepada mereka, jika rancangan berkahwin tu masih jauh, lebih dua tahun, kalau boleh lupakan dulu perasaan cinta itu, fokus kepada pengajian.

Tapi sekiranya mahu berkahwin dalam masa yang terdekat, teruskan sahaja apa yang ada, dan usahakan untuk percepatkan pernikahan.

Bak kata ustaz ketika forum " mak, saya nak kahwin, tapi..", katanya, jika boleh elak, lebih baik elak couple, tapi bila dah terjebak, maka pernikahan adalah penyelesaian yang terbaik.

Kita sebagai manusia, mudah jatuh hati, mudah jatuh cinta. Jika bukan begitu sebabnya kita jatuh cinta, mungkin begini pula caranya yang menyebabkan kita kecundang. Sungguh, ada banyak cara kemungkinan kita 'terpancing', jadi, pesan saya kepada adik-adik, berhati-hatilah.
Jadilah ikan yang paling susah terpancing, dan doakan agar kita dipancing oleh sang pengail yang soleh, yang menghargai dan menyayangi kita kerana Allah.


:::Diambil dan berkongsi bersama-sama daripada http:www.semut2comel.blogspot.com::

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Top Web Hosting | manhattan lasik | websites for accountants